
Democracy in Indonesia: From Stagnation to Regression?
- Tahun
- 2020
- Penerbit
- ISEAS – Yusof Ishak Institute
- ISBN
- 9789814881517
- Penyunting
- Thomas Power & Eve Warburton
Bab 16. Rumour, Identity and Violence In Contemporary Indonesia: Evidence from Elections in West Kalimantan, by Irsyad Rafsadie, Dyah Ayu Kartika, Siswo Mulyartono, (h. 326-344)
Indonesia telah lama dipuji karena kemampuan transisi demokrasinya di tengah kemunduran demokrasi dunia. Tetapi ketika negara ini memasuki dekade ketiga demokrasi, pujian itu mulai tak relevan lagi. Stagnasi yang terjadi pada periode kedua SBY telah memberi jalan bagi pola regresi demokrasi yang lebih luas di bawah penggantinya, Jokowi.
Buku ini adalah studi komprehensif pertama tentang kemunduran demokrasi kontemporer Indonesia. Para kontributornya mengidentifikasi, menjelaskan, dan memperdebatkan tanda-tanda kemunduran, termasuk tindakan keras pemerintah yang sewenang-wenang terhadap kebebasan berbicara dan berkumpul, bangkitnya main hakim sendiri, sekaligus menciptakan suasana politik yang semakin terpolarisasi, populis, hingga terkikisnya checks and balances pada kekuasaan eksekutif. Mereka mempertanyakan, “Mengapa Indonesia yang selama ini dianggap sebagai mercusuar demokrasi yang baik, kini malah ikut menuju pola demokrasi dunia yang mundur?”
Sebagian besar bab buku ini dikembangkan dari makalah yang dipresentasikan pada konferensi tahunan Indonesia Update ke-37, yang diselenggarakan di Australian National University (ANU), Canberra, pada 6-7 September 2019.
Paperback 393 h.
Buku ini juga telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia dan diterbitkan oleh Kepustakaan Populer Gramedia (KPG) dengan judul “Demokrasi di Indonesia: Dari Stagnasi ke Regresi”.